Modal Usaha STMJ dan Perhitungan Keuntungan

Apa pernah melihat dan mengamati pedagang STMJ di pinggir jalan? Mereka biasanya baru mulai membuka lapak pada sore hari. Walaupun ada yang sudah buka sejak siang.

Pernah dengar kisah pedagang minuman STMJ yang hanya dengan modal awal Rp 2 juta dan kini omzetnya hingga belasan atau puluhan juta per bulan? Minuman STMJ atau Susu Telur Madu Jahe ternyata juga banyak peminatnya. Meskipun bukan bisnis tanpa modal hanya dengan modal yang relatif sedikit, Anda berpeluang mendapat keuntungan yang lebih banyak. ide usaha minuman ini sangat menjanjikan karena dengan perkembangan angka covid banyak orang yang membutuhkan minuman yang dapat memperkuat imun mereka.

Misalnya Anda ingin mencoba usaha STMJ kaki lima, dibutuhkan modal total sebesar Rp. 10.515.000, yakni modal awal usaha Rp. 3.185.000 serta modal rutin bisnis tiap bulan Rp. 7.330.000

Modal Awal Usaha STMJ

  • Gerobak Rp. 1.000.000
  • Kompor gas 1 tungku Rp. 300.000
  • Tabung Gas LPG (3 kg + isi) Rp. 225.000
  • Meja kursi Rp 600.000
  • Peralatan masak (baskom, panci, saringan, jerigen, ceret) Rp 500.000
  • Peralatan minum (gelas, sendok, tatakan gelas) Rp 400.000
  • Lampu atau penerangan Rp 80.000
  • Kebutuhan lainnya Rp 80.000

Jika dihitung, modal awal untuk usaha STMJ dibutuhkan sekitar Rp. 3.185.000

Baca juga : contoh usaha rumahan untuk laki laki

Modal Per Bulan Usaha STMJ

  • Sewa tempat atau retribusi Rp 50.000
  • Isi gas LPG Rp 600.000
  • Bahan baku (susu, telur ayam dan bebek, jahe, madu dan sebagainya) Rp 6.500.000
  • Gelas plastik, bungkus plastik, kresek Rp 80.000
  • Listrik dan air Rp 100.000

Kemudian, bisnis STMJ juga membutuhkan pengeluaran sebagai modal per bulannya Rp. 7.330.000

Peluang Usaha STMJ

Menghitung Penghasilan Usaha STMJ Per Bulan

Untuk bisnis minuman STMJ sendiri, dijual dengan harga yang berbeda-beda. Mulai dari Rp 8.000 – Rp 16.000 dengan porsi normal susu-1 telur ayam-madu-jahe. Sedangkan jika bisnis STMJ menggunakan telur bebek harganya lebih mahal, yaitu sekitar Rp 9.000 – Rp 18.000. Itu semua jika menggunakan 1 telur ayam atau bebek. Kalau pembeli meminta lebih dari 1 telur, harganya berbeda lagi dan lebih mahal pastinya.

Ide usaha kecil ini bukan merupakan usaha tanpa modal tetapi meskipun begitu anda bisa mendapatkan keuntungan besar hanya dengan modal kecil, karena bisnis minuman selalu menghasilkan margin yang besar.

Sebagai contoh perhitungan keuntungan usaha STMJ yaitu, misalkan penjualan bisnis STMJ Anda diestimasikan per hari rata-rata laku 50 porsi. Baik menggunakan telur ayam maupun telur bebek. Sedangkan pembeliannya rata-rata setiap porsi per harinya Rp. 14.000. Selama satu bulan saja, Anda sudah bisa meraup keuntungan kotor sebanyak Rp. 21.000.000.

Perhitungan Keuntungan Bersih Usaha STMJ Per Bulan

Kemudian jika Anda ingin tahu berapa keuntungan bersihnya, tinggal masukan saja jumlah modal rutin yang dikeluarkan setiap bulannya, yaitu Rp. Rp. 7.330.000. Lalu ingat baik-baik keuntungan kotor yang ditaksir tadi sebesar Rp. 21.000.000.

Cukup dengan 2 angka tersebut, Anda sudah bisa menghitung kisaran keuntungan bersih, cara menghitung keuntungan cukup mudah anda bisa menggunakan rumus: Keuntungan kotor – modal satu bulan.

Jadi, setiap bulannya, Anda akan mendapatkan keuntungan bersih dari usaha STMJ ala kaki lima ini, sejumlah Rp. 21.000.000 – Rp. 7.330.000 = Rp. 13.670.000.

Menghitung Balik Modal Usaha STMJ

Sebelumnya Anda sudah mendapatkan keuntungan bersih setiap bulannya sebesar Rp 13.670.000. Dengan total menghitung modal yang harus dikeluarkan untuk bisnis STMJ dari awal dan modal rutin setiap bulannya sebesar Rp 10.515.000.

Kedua data tersebut penting untuk Anda, jika ingin tahu kapan usaha STMJ ini bisa balik modal. Kedua data inilah yang akan digunakan dalam perhitungan balik modal bisnis. Kira-kira kapan keuntungan bersihnya digunakan untuk menutup modal awal. Kapan pula keuntungan bersihnya bisa digunakan untuk kehidupan atau tabungan Anda sendiri.

Cara menghitung balik modal usaha, yaitu membagi jumlah modal bisnis dengan keuntungan bersih per bulannya. Kabar baiknya, didapatkan hasil, bahwa usaha STMJ ini bisa balik modal dalam waktu kurang dari 1 bulan saja.

Apa bisa lebih cepat lagi? Bisa. Carilah lokasi yang strategis. Lalu, jika penjualan ramai atau penjualan sedikit tapi dengan pembelian dengan harga produk yang mahal. Misalnya dalam sehari hanya ada 40 pembeli, tetapi mereka membeli STMJ dengan 1 butir telur bebek atau telur ayam yang lebih dari 1 butir.