Strategi Email Marketing : Meningkatkan Open Rate dan Konversi

Email marketing adalah channel yang memberikan konversi lebih tinggi dibandingkan SEO dan paid campaign. 

Berikut ini adalah strategi email marketing yang bisa meningkatkan open rate dan konversi pada email campaign anda,

1. Bantu konsumen mencapai tujuannya

Jika anda membantu konsumen anda mencapai tujuannya, mereka akan berhutang budi pada anda, dan jika mereka berhutang budi pada anda, mereka akan percaya pada anda.

Dan jika mereka percaya pada anda, mereka akan membeli produk anda jika itu solusi untuk mereka.

Jika email anda sangat bermanfaat, itu akan meningkatkan open rate email selanjutnya, dan selain itu mereka akan percaya bahwa anda adalah ahlinya.

2. Segmentation

Segmentation bisa meningkatkan penghasilan hingga 720%, segmentation adalah mengelompokkan email list berdasarkan pada interest dari masing-masing email subscriber.

Jika anda menjual course marketing, anda  bisa segmentasi berdasarkan pilihan orangnya, misal:

  • List email marketer offline
  • List email pengguna online via paid ads
  • List email marketer dari SEO
  • List email marketer modal kecil
  • List email marketer yang belum punya bisnis
  • List email marketer yang sudah beli

Ketika anda sudah melakukan segmentasi seperti ini, anda bisa mengirimkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan masalah mereka, dan bisa menyelesaikan masalah dari masing-masing segmen.

3. Personalisasi

Personalisasi adalah melakukan personalisasi pada email, yaitu dengan menyebut nama mereka di subject line dari email, ini akan membuat open rate email naik. Gunakan tulisan antara 2 orang juga, yang bersahabat yang personal. Sehingga dia seperti berbicara pada teman atau pada customer service yang sangat sopan dan baik.

Selain menyebutkan nama, menyesuaikan email dengan masalah yang dihadapi oleh subscriber juga bagian dari personalisasi.

4. Mobile Friendly Email

Sebagian besar email yang anda kirimkan akan dibuka via ponsel, jadi anda harus membuat email anda nyaman di baca via ponsel. Itu dilakukan agar email mudah di cerna, mudah di baca dan bisa membantu subscriber menyelesaikan masalahnya.

Sehingga diharapkan CTR naik, pembelian naik.

5. Lakukan test Subject Line, Copy, Call to action, Design

Lakukan test secara berkala untuk mengetahui Subject line, copy, dan call to action terbaik

6. Automate Email Campaign

Lakukan automation email campaign, email campaign yang otomatis itu bagus karena anda tidak perlu terus menerus mengirimkan email, dan automation juga bisa memberikan informasi kepada subscriber anda dengan runtut.

7. Kirim email pada jam yang tepat

Mengirim email pada jam yang tepat penting, jangan sampai anda mengirimkan email anda pada jam sibuk, karena subscriber anda mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk membaca email anda, atau membeli produk anda.

Jika anda mengirimkan promo, anda bisa mengirimkan promo email anda pada saat tanggal muda waktu subscriber anda habis gajian.

8. Hapus email list yang engagement rendah

Anda harus sering-sering memantau subscriber anda, jika ada subscriber anda yang memiliki open rate yang rendah dalam kurun waktu yang lama, anda bisa menghapus subscriber anda tersebut.

Hal ini untuk menjaga agar open rate email anda bagus, menghemat kuota email, dan juga menjaga agar IP server email anda tidak terkena ban karena open rate nya kecil

9. Pantau Campaign Konversi rendah

Pantau semua campaign email marketing anda berdasarkan masing-masing campaign, jika ada campaign anda yang konversi nya rendah, open rate rendah, anda harus memantaunya dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan open rate dan konversi.

Dengan cara ini anda bisa menaikkan penghasilan anda dari email.