Risiko Usaha Agribisnis dan Cara Mengatasinya

Usaha agribisnis adalah usaha di seputar pertanian dan peternakan, baik pada proses produksi, distribusi atau penjualan.

Usaha agribisnis adalah salah satu usaha yang vital di Indonesia, karena usaha tersebut menjadi penopang pangan di Indonesia. 

Contoh usaha agribisnis di bidang pertanian antara lain: menanam bahan pangan dan sayuran, menjadi pengepul panen pertanian, dan usaha toko sayuran. Sedangkan di bidang peternakan adalah usaha peternakan, agen produk peternakan dan toko yang berjualan produk peternakan.

Sama seperti semua usaha, usaha agribisnis juga memiliki risiko. Berikut ini adalah risiko-risiko yang ada pada usaha agribisnis.

Risiko Usaha Agribisnis Pertanian

Usaha agribisnis memiliki beberapa risiko yang bisa saja dialami oleh pengusaha. Risiko ini bisa berdampak pada kerugian atau penurunan penghasilan.

Berikut ini adalah risiko usaha agribisnis pertanian:

Gagal panen karena kemarau

Usaha agribisnis pertanian memiliki risiko gagal panen karena masalah kemarau, karena produksi penanaman tanaman sangat bergantung pada air. Jika terjadi kemarau panjang dan tidak ada sumber air, maka itu bisa menyebabkan gagal panen.

Untuk mengatasi gagal panen karena kemarau, Anda harus menyiapkan metode pengairan selain air sungai. Anda bisa membuat sumur di sawah Anda, kemudian memasang pompa air untuk memompa air dari sumur tersebut. Air dari sumur tersebut bisa berguna apabila kemarau panjang datang.

Gagal Panen Karena Banjir

Risiko usaha agribisnis yang lain adalah gagal panen karena banjir, salah satu penyebab utama gagal panen adalah tingginya curah hujan yang mengakibatkan banjir. Sawah yang terendam banjir akan mengalami gagal panen dan bisa menyebabkan kerugian pada usaha agribisnis. 

Untuk mengatasi gagal panen karena banjir, hal yang bisa anda lakukan adalah menghindari lahan-lahan yang memiliki risiko banjir tinggi. Menurut data dari https://sipandora.lapan.go.id/ lahan rawan banjir di Jawa adalah di daerah Sekitar Jombang, Tangerang, Tegal. 

Area lahan sawah rawan banjir di jawa via lapan.go.id

Gagal panen karena hama

usaha agribisnis bisa merugi jika terdampak hama, hama bisa merusak tanaman dan bisa membuat petani gagal panen. 

Untuk mengatasi hama pada tanaman, anda harus mengetahui apa saja hama yang biasa menyerang tanaman yang sedang anda tanam. Lakukan pencegahan dengan menggunakan pestisida dan insektisida dengan rutin. perhatikan juga lahan di sekitar lahan anda, jika lahan tersebut mulai terkena hama, anda harus segera melakukan pencegahan.

Harga jual produk pertanian turun 

Risiko usaha agribisnis selanjutnya adalah pada penurunan harga jual hasil pertanian, hal ini biasa terjadi jika hasil pertanian anda adalah sayuran seperti cabai, kol, buncis, tomat dan sayuran lain. 

Hal yang menyebabkan penurunan harga adalah jumlah stok hasil panen yang sangat banyak sedangkan permintaan pasar sedikit. Untuk memprediksi kenaikan dan penurunan harga, anda bisa memprediksi permintaan pasar dengan mengamati waktu-waktu permintaan pasar tinggi, silakan menggunakan layanan pemerintah seperti website https://infopangan.jakarta.go.id/. 

Ada permainan harga di Pengepul

Risiko selanjutnya adalah harga hasil pertanian diatur oleh pengepul. hal ini bisa merugikan petani, terutama jika pengepul menentukan harga hasil pertanian di bawah harga nasional atau harga yang berlaku di pasaran. 

Untuk mengatasi hal tersebut, anda harus mengecek harga di beberapa pengepul hasil pertanian sebelum menjualnya, dengan cara tersebut anda bisa menjual hasil pertanian pada pengepul yang memberikan harga tertinggi.

Sistem refaksi yang dilakukan oleh pengepul terkadang juga terlalu memberatkan sehingga bisa merugikan petani.

Barang Busuk

Risiko usaha agribisnis pertanian selanjutnya adalah hasil pertanian yang busuk atau rusak. hasil pertanian berupa sayuran sangat rentan pada risiko busuk. busuk pada hasil pertanian bisa diakibatkan dari serangan hama, penyakit tanaman, cuaca, atau penanganan hasil pertanian yang tidak tepat. 

Kualitas barang yang buruk juga bisa memicu refaksi dari pengepul, sehingga hasil penjualan bisa berkurang dari hasil yang seharusnya.

Risiko Kesehatan

Usaha agribisnis memiliki risiko kesehatan untuk pemilik usaha, terutama jika pemilik usaha masih belum memiliki karyawan yang mengerjakan pekerjaan berat. Kegiatan seperti mengangkat hasil pertanian, pemupukan, penyemaian adalah pekerjaan berat yang bisa membuat kelelahan pemilik usaha. 

Untuk mengatasi risiko kesehatan, anda bisa merekrut karyawan atau pekerja untuk melakukan pekerjaan berat.

Harga Pupuk Mahal

Biaya terbesar dalam usaha agribisnis pertanian adalah pembelian pupuk, harga pupuk yang mahal bisa mengurangi profit dari laba usaha, bahkan terkadang harga pupuk yang tinggi bisa menyebabkan kerugian apabila harga jual hasil pertanian murah. 

Untuk mengatasi harga pupuk yang mahal, anda bisa membeli pupuk bersubsidi. untuk mendapatkan pupuk subsidi anda harus ikut dalam kelompok tani sesuai dengan Peraturan menteri pertanian No. 49 tahun 2020.

Risiko Usaha Agribisnis Peternakan

Usaha agribisnis peternakan memiliki beberapa risiko yang bisa mengakibatkan kerugian untuk pemilik usaha, berikut ini adalah risiko usaha agribisnis pertanian : 

Harga Hasil Peternakan Turun

Hasil peternakan akan selalu naik turun sepanjang tahun, baik daging sapi, daging ayam, telur, ikan, dan hasil peternakan lain. Hal ini bisa menyebabkan kerugian pada pengusaha. Penurunan hasil ternak akan selalu terjadi sehingga pemilik usaha peternakan harus mempersiapkan risiko ini sebelum terjadi.

Untuk mengatasi risiko harga hasil peternakan turun, pemilik usaha harus menyiapkan cadangan uang yang cukup banyak. Uang cadangan tersebut digunakan untuk keperluan biaya operasional ketika harga hasil ternak turun. Uang cadangan yang perlu dipersiapkan adalah minimal 6 bulan biaya operasional kandang.  Dengan cara ini, ketika harga hasil ternak turun pun usaha agribisnis peternakan tetap bisa berjalan. 

Kematian Ternak

Kematian ternak adalah salah satu risiko yang sering terjadi pada usaha agribisnis peternakan. Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit, cuaca, atau kesalahan dalam penanganan ternak. 

Untuk mengatasi hal ini, anda menjaga kebersihan kandang, melakukan vaksinasi, perawatan ternak yang baik, dan membuat kandang yang aman untuk ternak. 

Penyakit ternak

Usaha agribisnis peternakan juga memiliki risiko yang berhubungan dengan penyakit ternak. penyakit pada ternak bisa disebabkan banyak hal seperti kurangnya kebersihan kandang, wabah, cuaca, stress, atau hal lain. 

Untuk mencegah terjadinya penyakit pada ternak, anda harus menjaga kebersihan kandang, dan memberikan vaksin jika diperlukan.

Sedangkan Untuk ternak ikan, anda harus menjaga kualitas air tetap baik. anda harus menjaga kebersihan air, kadar oksigen dalam air, dan juga